Nagari Sulit Air merupakan salah satu nagari yang luas di Sumatera Barat. Nagari ini adalah terletak di Kecamatan Sepuluh Koto Di Atas, Kabupaten Solok (Utara). Lokasinya dari pinggir Danau Singkarak lebih kurang 12 km melewati nagari Tanjung Balik dan Paninjauan.
Ada sembilan Nagari di Kecamatan X Koto Diatas :
- Sulit Air
- Tanjuang Baliak
- Paninjauan
- Pasilihan
- Bukit Tanduang
- Siberambang Ateh
- Kuncia
- Katialo
- Lubang Panjang
Nagari Sulit Air ini memiliki beberapa kekhasan alam dan budaya, di antaranya adalah Gunung Merah Putih, Rumah Gadang terpanjang 20 Ruang, Jenjang 1000, Batu Tergantung, dan beberapa peninggalan adat-istiadat yang agak berbeda dengan peninggalan-peninggalan adat Minangkabau pada umumnya.
Masakan khas daerah ini adalah “samba hitam” yang dibuat dari bumbu buah galundi (seperti biji kopi). Namun sudah tidak banyak yang memproduksi samba hitam ini. Beberapa rumahtangga dari “urang saisuak” masih mahir dalam membuat samba hitam yang dikombinasikan dengan daging ayam, maco atau daging sapi.
Kapalo nagarinyo bernama Firdaus Kahar.
Ada beberapa suku di nagari Sulit Air, Limo Panjang, Limo Singkek, Simabur dan Piliang.
Sebagian besar masyarakat asli Sulit Air hidup di perantauan. Mereka memiliki organisasi perantauan yang dinamakan SAS (Sulit Air Sepakat) dan IPPSA (ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air). Banyak sekali peran serta masyarakat perantauan dalam pembangunan nagari sejak berpuluh puluh tahun lalu.
Ada beberapa alasan kenapa anda harus berkunjung ke nagari ini :
>Pemandang alam yang indah
>Peninggalan budaya seperti rumah gadang, batu bagantuang dsb.
>Mencicipi makan khas “samba hitam“
>Melihat pembangunan hasil sumbangan warga perantauan untuk kaji banding
Dari Sulit Air anda bisa melanjutkan perjalan ke danau Singkarak, Tanah Datar dan Bukittinggi atau kota-kota lain di Sumatera Barat.
Sumber:Sulit Air


nafesya
9 November 2010 at 16:27
aku ga sampai ke jenjang 1000
baru smpai d jenjang 10 udh capek..hihihi
Rusdi Chaprian
9 November 2010 at 16:43
terimakasih atas kunjungannya,,,
jangankan nafesya saya aja juga gak kuat naik tangganya, terlalu banyak…
sukses ya nafesya..