RSS

Kumpulan Informasi Objek Wisata Kota Sawahlunto

03 Feb

Tulisan ini merupakan catatan awal Tempat Wisata Sawahlunto. Sawahlunto yang berjarak 95 km dari kota Padang merupakan kota tambang, yang dimulai dengan ditemukannya cadangan batu bara pada pertengahan abad ke-19 oleh geolog Belanda bernama William Hendrik De Greve. Sawahlunto mulai memproduksi batu bara sejak 1892, dan kemudian pemerintah kolonial Belanda membangun jalur kereta api pada tahun 1894.

Selama seratus tahun lebih batu bara di Sawahlunto telah ditambang sekitar 30 juta ton, dan diperkirakan masih tersisa cadangan lebih dari 100 juta ton. Namun cadangan yang tersisa ini hanya bisa dieksploitasi sebagai tambang dalam.

WISATA PENINGGALAN, SAWAHLUNTO

Gedung Bank BRI, Sawahlunto
Tempat wisata bangunan tua Sawahlunto yang sebelumnya adalah Gedung Komedi. Dibangun pada tahun 1917 dan pernah digunakan sebagai kantor Pajak dan Pengadaian, dan Museum.

Gedung Gereja Katolik Santa Lucia, Sawahlunto
Tempat wisata bangunan lama Sawahlunto yang dibangun oleh pemerintah Belanda dengan gaya arsitektur Art Deco yang populer pada saat itu.

Gedung Koperasi PT. BA-UPO, Sawahlunto
Tempat wisata gedung tua Sawahlunto yang dibangun tahun 1920 dengan nama “ Koperasi Ons Belang “ untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Eropa dan Indo-Eropa. Gedung ini juga pernah digunakan sebagai asrama dan Kantor BEKA ( Badan Ekonomi Kota Arang).

Gedung Pusat Kebudayaan, Sawahlunto
Tempat wisata di pusat Kota Sawahlunto berupa bangunan lama yang semula bernama Gluck Aufini. Didirikan pada 1910 dan merupakan tempat berkumpul pejabat kolonial untuk berpesta dansa. Pada 1 Desember 2006, gedung ini diresmikan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan.

Gedung PT BA UPO, Sawahlunto
Tempat wisata gedung tua Sawahlunto yang merupakan bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belandan, dibangun pada tahun 1916 dengan nama “ Ombilin Meinen “.

Gedung Sekolah Santa Lucia, Sawahlunto
Tempat wisata gedung tua Sawahlunto yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1920-an, dan pernah dipergunakan sebagai asrama tentara, sekolah Islam dan kantor Agama.

Kantor Polisi, Sawahlunto
Tempat wisata bangunan tua Sawahlunto yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1920 sebagai kantor Polisi dan rumah tahanan pekerja tambang batubara yang divonis dengan hukuman kurung. Sekarang digunakan sebagai Kantor Kapolsek Kota Sawahlunto.

Lubang Mbah Soero, Tempat Wisata Sawahlunto
Tempat wisata berupa lubang tambang batubara pertama di kawasan Soegar Sawahlunto yg dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1898. Mbah Soero adalah seorang mandor yang berasal dari Jawa yang konon memiliki ilmu kebatinan tinggi, untuk meredam konflik antar pekerja tambang.

Masjid Agung Nurul Islam, Sawahlunto
Tempat wisata masjid ini dibangun tahun 1955 di tempat pembangkit listrik yang pertama di Sawahlunto. Di bawah mesjid terdapat lubang perlindungan yang pernah dipakai untuk tempat merakit senjata, granat tangan dan mortar. Menara mesjid setinggi 80 meter adalah bekas cerobong asap pembangkit listrik tenaga uap. Berjarak sekitar 150 meter dari sini terdapat Museum Kereta Api.

Rumah Walikota, Sawahlunto
Tempat wisata gedung tua Sawahlunto yang dibangun pada tahun 1920 oleh Belanda sebagai Rumah Asisten Residen.

Rumah Pek Sin Kek, Sawahlunto
Tempat wisata bangunan benda cagar budaya Sawahlunto dengan gaya arsitektur Cina. Pek Sin Kek adalah pedagang sukses pada masa lalu yang membangun usaha di kawasan pasar Sawahlunto. Rumah Pek Sin Kek, pernah dijadikan gedung teater, pabrik es, gedung Perhimpunan Masyarakat Melayu dan sekarang dihuni oleh keturunan Cina yang membelinya dari keturunan Pek Sin Kek. Dipugar pada tahun 2005-2006 dan dijadikan sebagai toko souvenir.

Rumah Potong, Sawahlunto
Tempat wisata bangunan tua Sawahlunto yang dibangun pada tahun 1918 oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai tempat pemotongan hewan untuk memenuhi kebutuhan daging bagi Dapur Umum.

Wisma Ombilin, Sawahlunto
Tempat wisata gedung tua Sawahlunto yang dibangun pada tahun 1918 dengan nama Hotel Ombilin, dan pernah digunakan sebagai asrama tentara Belanda, Kantor Polisi Militer Kotamadya Sawahlunto.


WISATA HIBURAN, SAWAHLUNTO

Gelanggang Pacuan Kuda, Tempat Wisata Sawahlunto
Tempat wisata Sawahlunto seluas 39,69 Ha ini memiliki trek pacuan sepanjang 1.400 m dengan lebar 20 m, dilengkapi jalan kuda, kandang kuda berkapasitas 200 ekor, mounting yard, dan saddling paddock.

Water Boom Muaro Kalaban, Tempat Wisata Sawahlunto
Tempat wisata Sawahlunto di pinggir jalan lintas Sumatera, diresmikan pada tanggal 1 Desember 2006, dengan kolam orang dewasa dan remaja, seluncuran, kolam balita, pujasera, kamar bilas, toilet, dan gazebo.


WISATA BUDAYA, SAWAHLUNTO

Batu Sandaran, Tempat Wisata Sawahlunto
Tempat wisata di kelurahan Balai, di jalur lingkar luar Selatan Kota Sawahlunto, berasal dari legenda tentang digunakannya situs berupa jajaran batu itu sebagai sandaran ketika para sesepuh adat sedang bermusyawarah.


WISATA ALAM, SAWAHLUNTO

Danau Kandi, Tempat Wisata Sawahlunto
Tempat Wisata di Kota Sawahlunto yang menyediakan berbagai wisata air, seperti sepeda air, banana boat, rubber boat, dan speed boat. Di area ini juga terdapat arena pacuan kuda, road race, motor cross, serta Taman Satwa Kandi dengan koleksi binatang seperti bido, burung hantu, gajah tunggang, kanguru, kura-kura, monyet, musang, rusa Jawa, ular, unta.


WISATA MUSEUM, SAWAHLUNTO

Museum Gudang Ransum, Tempat Wisata Sawahlunto
Tempat wisata di Kelurahan Air Dingin, Sawahlunto, yang didirikan pada 1984, dan terdiri dari dapur, dapur umum, gudang beras, gudang es, gudang makanan mentah, menara asap serta power strom. Bagian dari pertambangan Sawahlunto ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan makanan seluruh pekerja dan buruh tambang yang berjumlah ribuan orang. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan dan membeli cinderamata dari batubara.

Museum Kereta Api, Tempat Wisata Sawahlunto
Tempat wisata Sawahlunto yang diresmikan pada 17 Desember 2005, dan berada di Stasiun Kereta Api Sawahlunto yang dibangun pada 1918. Stasiun ini menghubungkan Sawahlunto dengan pelabuhan Teluk Bayur. Pembangunan rel kereta apinya dimulai 16 Juli 1889 dan selesai pada 1 Februari 1894. Di tempat wisata museum ini disimpan peralatan perkeretaapian dan gerbong-gerbong tua. Seratus lima puluh meter dari museum ini terdapat Masjid Agung Nurul Islam.

Kereta Api Wisata, Tempat Wisata Sawahlunto
Kendaraan wisata Sawahlunto yang beroperasi setiap akhir pekan dari museum Kereta Api, dengan menggunakan lori wisata menikmati pemandangan daerah perbukitan, menembus Lubang Kalam (terowongan sepanjang 835 m) menuju Stasiun Muaro Kalaban.


WISATA ZIARAH MAKAM, SAWAHLUNTO

Makam Prof.MR.H Muhammad Yamin, Sawahlunto
Tempat wisata ziarah di Talawi, Sawahlunto, tempat Pahlawan Nasional Prof.MR.H Muhammad Yamin dilahirkan dan dimakamkan. Muhammad Yamin adalah konseptor Pancasila, pencetus lambang Gajah Mada, penulis buku Ken Arok dan Kendedes (1946), Gajah Mada (1948), Diponegoro (1945), Tan malaka (1948), Suta Dharma (1955) dan buku lainnya.


WISATA KERAJINAN DAN CINDERA MATA

Tenun Silungkang, Sawahlunto
Tempat wisata kerajinan tenun di Silungkang, Sawahlunto, dimana pengunjung bisa melihat cara menenun, dan membeli berbagai hasil kerajinan tenun songket Silungkang yang bermutu tinggi. Saat ini, tidak hanya songket tradisi, tenun Silungkang berkembang mengikuti kebutuhan dengan beragam bahan motif, corak dan warna serta dapat pula digunakan sehari-hari untuk bahan pakaian dan sarung.

Spesial Link untuk rekan:http://thearoengbinangproject.com/2010/11/tempat-wisata-sawahlunto/

 

About these ads
 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 881 pengikut lainnya.